Koalisi Partai-partai Pada Pilpres 2009

Partai-partai Mega-Pro, SBY-Boediono dan JK-Win

Pemekaran menjadi tema kampanye SBY

Ruhut Sitompul, anggota tim sukses SBY-No mengatakan bahwa isu pemekaran akan menjadi tema kampanye SBY-Boediono.Isu tersebut tentu saja akan menarik bagi daerah-daerah yang terhambat pemekarannya seperti ini. Misalnya Provinsi Tapanuli. Provinsi Tapanuli dan kabupaten pendukungnya memang telah menjadi target Ruhut Sitompul dan kawan-kawan. Semoga sukses.

Tulisan ini bagian dari :
SBY

Hasil poling SMS memenangkan JK-Win

Hasil jajak pendapat online:

Black Campaign dengan tuduhan black campaign

Kampanye telah dimulai. Perang kata-kata mulai mengudara. Salah satu cara kampanye yang paling jitu yang digunakan oleh pasangan-pasangan capres/cawapres adalah dengan melakukan black campaign. Salah satunya dengan menuduh saingannya melakukan black campaign.

Blog Politik Terbaik versi bloggerchoiceawards.com

Berikut 10 blog politik terbaik versi bloggerschoiceawards.com:

1. Americanpapist.Com/blog.html

2. Mudflats.Wordpress.com

3. Brucedcollins.Blogspot.com

4. Booboisieonline.Blogspot.com.

5. Margaretandhelen.Wordpress.com.

6. Themudflats.net.

7. Thebushwhackedleague.Blogspot.com.

8. Theminorityreportblog.com.

9. Huffingtonpost.com.

10. Realityviews.Blogspot.com

Kumpulan Silabus dan RPP SD

Informasi dari RAINBOW format pdf.

Informasi dari gurupkn:
Tematik:
Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3

Fenomena Jawa dan Luar Jawa dalam Politik Indonesia

Chemistry Jawa dan Luar Jawa dalam pasangan pemimpin Indonesia, capres/cawapres selalu muncul dalam politik suksesi Indonesia. Seberapa pentingkah chemistry ini?

Ekonomi Kerakyatan dan Olah Raga

Pertarungan kata-kata sudah dimulai. Masing-masing tim sukses capres mengeluarkan statemennya masing-masing. Isu utama adalah neoliberal.

Entah karena kehabisan bahan, salah satu tim sukses capres mulai melakukan serangan ke arah pribadi. Kehidupan pribadi capres, isu masa lalunya, hobinya, olah raganya dan kekayaannya.

Olah Raga dan Sistem Ekonomi
Pandangan hidup sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kekayaan capres. Pengikut tasawuf misalnya tidak terlarang untuk kaya, tetapi mencintai kekayaanlah yang salah. Ekonom kerakyatan pun seharusnya juga dibenarkan untuk memiliki kekayaan karena apa pun sistem ekonomi yang dianut tujuannya akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Sistem ekonomi seperti kerakyatan dan liberal adalah tentang bagaimana peran negara dalam mengatur perekonomian. Sistem ekonomi kerakyatan tidak bicara tentang bahwa para pendukungnya haruslah miskin-miskin. Ekonomi kerakyatan tetap dengan tujuan agar kaum miskin dapat dikurangi. Bahkan jika perlu dikayakan. Oleh karenanya, kalau pelaku-pelaku ekonomi kerakyatan kaya, apa salahnya.

Salah satu yang aneh lagi, tim sukses capres menuding salah seorang cawapres ekonomi kerakyatan tidak konsisten, karena memiliki hobi bermain polo. Apa hubungannya olah raga dengan idealisme. Apa hubungannya hobi yang dihubungkan dengan kekayaan dengan idealisme.

Dibalik Hak Angket DPT Pilpres

Koalisi yang dibangun Golkar dan PDIP berhasil menarik dukungan bukan hanya koalisi besar, tetapi juga dari partai-partai koalisi Demokrat yakni PAN, PPP dan PKB. Keberhasilan koalisi ini, tentu saja menggeramkan Demokrat. Ada apa di balik keberhasilan pengajuan hak angket tersebut?

Prosedur Pemekaran perlu perbaikan

Mungkin sudah banyak yang melupakan kejadian kematian Ketua DPRD Sumut beberapa waktu lalu. Akibat kejadian tersebut, tokoh-tokoh perjuangan pemekaran Propinsi Tapanuli. Padahal terlepas dari adanya pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi dari pembentukan propinsi baru, tetap ide tersebut berangkat dari wacana masyarakat. Hanya saja, sebesar apa masyarakat menginginkannya.

Menggagas ekonomi kebangsaan

Visi misi para capres sedang diperdebatkan. Menurut ekonom UGM Revrison Bawasird dan Ichsanuddin Noorsy, ketiga pasangan pada prinsipnya sama-sama berpotensi neolib. Bedanya SBY-No, sudah 100% neolib, sementara Megapro dan JK-Win kadarnya 50%. Alasan utama Revrison karena kedua-duanya tidak jelas-jelas mengembangkan Koperasi dan BUMN.

Perang Purnawirawan dalam Pilpres 2009

Ada yang baru dalam pilpres kali. Aktifnya sejumlah purnawiran dalam tim sukses masing-masing capres memberikan nuansa berbeda. Para purnawirawan ini bergerak melakukan apa yang dinamakan operasi senyap untuk kemenangan capres dukungan mereka.

Nasib Golkar pasca pilpres 2009

Isu Munaslub atau Munas dipercepat diiakan Muladi, salah satu petinggi Golkar. Keluarnya ide tersebut di saat-saat Pilpres, tentunya tidak menguntungkan bagi JK-Win. Oleh karenanya, isu ini seakan-akan usaha untuk menjegal JK-Win.

JK-Win dan Habibie, tokoh Golkar di kala sulit
Penjegalan Capres Golkar bukan saat ini saja terjadi. Pilpres 1999 membuktikan bahwa usaha tersebut sudah pernah terjadi. Uniknya, capres yang diusung Golkar saat itu berasal dari Indonesia Timur. Sama seperti Habibie, JK dianggap memiliki dosa yang sama, menurunkan suara Golkar.

Tapi baik Habibie maupun JK sebenarnya sudah membuktikan bahwa merekalah yang memiliki massa yang benar-benar solid mendukung Golkar. Para pendukung Habibie misalnya, akan melihat dari masalah lain. Golkar di era kepemimpinan Habibie berada di situasi yang terpuruk. Euforia reformasi menyebabkan Golkar mendapatkan musuh yang banyak, yang ingin melihat Golkar berakhir di panggung politik Indonesia. Ketokohan Habibie menyebabkan Golkar masih menjadi pemenang di Indonesia Timur, kawasan dari mana Habibie berasal, dari Riau dan pesisir timur Sumatera, daerah di mana perantau asal Indonesia Timur banyak merantau dan Jawa Barat, daerah yang banyak memiliki kaitan historis dengan Indonesia Timur.

JK pun menghadapi problem yang sama. Meski pemenang dalam pemilu 2004, Golkar didera penurunan citra akibat banyaknya kasus korupsi yang melanda politisi Golkar. Di tengah-tengah semangat penghapusan korupsi yang menggejala di masyarakat, di mana dua partai baru di Pemilu 2004, PKS dan Demokrat mendapatkan citra sebagai partai penghapus korupsi dan partai penuh kaum profesional Golkar masih eksis sebagai runner up pada pileg 2009. Perolehan suara Golkar masih lebih baik daripada PDIP sebagai partai yang sama-sama disapu tsunami Demokrat/PKS dan partai yang harus mempertahankan serbuan baru dari Gerindra dan Hanura. Dan JK pun membuktikan bahwa Indonesia Timur, pesisir timur Sumatera dan Jawa Barat adalah basis pertahanan Golkar.

Tantangan Gerindra
Adalah kenyataan bahwa sejak reformasi partai-partai pemenang pemilu selalu bergantian. Pemilu 1999 dimenangkan PDIP. Pemilu 2004 oleh Golkar dan Pemilu 2009 oleh Demokrat. Partai Gerindra berpeluang memenangkan pemilu 2014.

Gerindra yang diusung Prabowo memiliki segudang nilai lebih yang akan menjadi daya tarik pemilih pada 2014, yakni:
1. Dana yang besar. Sampai saat ini cawapres terkaya adalah PRabowo SUbianto.
2. Ide perubahan yang signifikan. Partai-partai yang ada tidak jelas mengusung apa, Prabowo tampil dengan isu perubahan dan misi yang jelas.
3. Kemampuan menarik tokoh.
Prabowo terbukti mampu menarik tokoh-tokoh politik ke partainya, termasuk yang dianggap fanatik selama ini. Sebut saja K.H. Zainuddin MZ dari PPP/PBR, Permadi dari PDIP, Yenny Wahid dari PKB.

Dengan potensi yang ke-3, jika Prabowo berhasil menarik tokoh-tokoh Indonesia Timur mulai dari parpol-parpol non PT seperti Ryas Rasid, Ngabalin dan kemudian para pendukung JK yang dikecewakan Golkar, akan mudah sekali membalikkan dukungan masyarakat Indonesia Timur, tapi tentu saja dengan skenario JK gagal dalam Pilpres 2009.

Jika JK Menang
Meskipun skenario Pilpres memenangkan JK-Win, tidak dapat dipastikan nasib Golkar akan lebih baik. Kalau kita lihat dari dukungan terhadap pasangan JK-Win, Hanuralah yang solid. Dan jika Gerindra mendukung pasangan ini, baik dalam pemenangan pilpres maupun di parlemen, maka akan mudahlah bagi Gerindra memindahkan penumpang Golkar ke Gerindra, karena sebagimana periode-periode sebelumnya, kita dapat melihat bahwa dukungan parlemen dari Golkar ke JK ataupun Habibie pada masa lalu tidaklah solid. Sikap seperti ini tentu akan menimbulkan sakit hati bagi pendukung JK, sehingga Gerindra tinggal menggosoknya sedikit saja.

Gerindra next bintang
Jika tidak ada perubahan berarti, kita akan melihat bahwa partai-partai besar saat ini, Demokrat, PDIP, dan Golkar akan jadi kenangan masa lalu. Ketiga partai ini mungkin akan masih bisa mengisi posisi no. 2, tetapi posisi no.1 sepertinya akan jadi perebutan antara Hanura dan Gerindra. Dengan melihat ketiga potensi di atas, Gerindralah yang paling berpeluang.

Tulisan ini bagian dari :

  1. JK-Win
  2. Golkar

Masa depan Golkar pasca pilpres 2009

Isu Munaslub dipercepat dibenarkan oleh petinggi Golkar Muladi, hanya saja dengan istilah lain Munas dipercepat. Munaslub ini isunya adalah untuk menukar Ketua Umum yang saat ini dipegang oleh Jusuf Kalla. Keluarnya ide Munaslub di sela-sela kampanye Pilpres tentu saja akan ditanggapi negatif oleh para pendukung JK di lapangan sebagai salah satu upaya menjegal JK-Win memenangkan Pilpres.

Sejarah Partai Golkar

Partai Golkar bermula dari Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 yang merupakan perhimpunan (federasi) dari 97 organisasi fungsional non-politik yang anggotanya terus berkembang hingga mencapai 220 organisasi.

Rumah singgah buat fakir miskin

Bencana demi bencana terjadi beruntun. Tsunami, banjir dan sebagainya. Pemerintah pun sibuk mengadakan rapat dan membuat badan-badan baru. Badan Rekonstruksilah namanya, Tim inilah, dan Tim itulah. Padahal, sudah ada departemen sosial. Untuk apakah departemen itu dibentuk?

Permasalahan sosial sebenarnya sangat komplit. Selain para pengungsi dan korban bencana, fakir miskin adalah salah satu permasalahan sosial yang cukup berat. Orang miskin akan tetap ada, selagi manusia ada di muka bumi. Semakmur apa pun negara itu.

Ada dua jenis orang miskin:
1. Orang miskin karena tidak mempunyai kemampuan mencari penghidupan.
2. Orang miskin yang tidak mempunyai kemauan mencari penghidupan.

Kedua jenis orang ini ada dan tidak bisa dihindari.

Pendahulu bangsa telah memikirkannya
Adanya dua jenis orang miskin yang tidak dapat dihindari tersebut telah disadari oleh para pendahulu bangsa ini. Mereka telah melindunginya dengan satu ayat dalam UUD 1945. Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 berbunyi:
Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara


Anak-anak terlantar
Sepanjang sejarah Republik Indonesia apakah sudah direalisasikan kedua amanat UUD 1945 tersebut. Anak-anak terlantar di Indonesia berjumlah ribuan atau mungkin lebih banyak lagi. Kebanyakan di antara mereka:
1. Hidup di kolong jembatan, yang laki-laki belajar mencopet, menjual obat terlarang. Yang perempuan diajarkan menjual diri.
2. Yang masih balita diperjualkan ke luar negeri.

Ada beberapa panti asuhan yang menampung sebagian kecil anak-anak terlantar. Panti-panti asuhan tersebut dikelola oleh lembaga swasta yang biasanya berupa lembaga keagamaan. Hampir tidak ada panti asuhan yang secara formal dikelola negara. Oleh karenanya, dalam hal anak-anak terlantar tidak ada pemeliharaan negara

Fakir miskin
Nasib yang lebih buruk diterima oleh para fakir miskin. Mereka hidup di kolong jembatan. Sebagian bekerja sebagai pemulung. Tetapi tidak sedikit yang bekerja di dunia hitam. Utamanya perempuan, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi pengekspor Pekerja Seks Komersial.

Para fakir miskin tersebut banyak yang diperjualbelikan. Pemerintah sibuk mengurus efek dari kemiskinan. Penutupan lokalisasi, razia wanita tuna susila, razia gepeng, razia preman dan sebagainya. Tetapi mereka tidak pernah mencarikan solusi. Jika para Wanita Tuna Susila berhenti beroperasi, bagaimana mereka menghidupi keluarganya? Tragisnya, dalam berita salah satu harian Riau, ada nenek-nenek yang berusia kepala 6 yang masih beroperasi menjadi PSK dan sudah terjaring razia dua kali. Dia membandel karena tuntutan perut. Dan untuk itu, dia bersedia dibayar murah, hanya Rp. 3.000,-an.

Program transmigrasi yang telah dijalankan pemerintah Orde Baru adalah salah satu cara mengurangi fakir miskin. Tetapi tentu hanya mereka yang berjiwa tani dan normal. Bagaimana dengan mereka yang cacat? dan bagaimana dengan yang tidak berjiwa agraris? Tentu, setelah lahan didapat mereka sibuk menjualnya dengan harga murah dan kembali jadi gelandangan.

Rumah Singgah dan Panti Asuhan Negara sebagai solusi
Departemen sosial harus diberdayakan untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Untuk anak terlantar jelas, pemerintah harus ikut langsung mengelola panti asuhan, tidak hanya sekedar sebagai lembaga pengawas. Jika departemen pendidikan mengelola, departemen agama mengelola madrasah, saatnya departemen sosial mengelola panti asuhan. Bukan dalam arti swasta tidak boleh berperan, boleh, tetapi kehadiran swasta hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai pelaku utama.

Selanjutnya untuk fakir miskin sudah selayaknya dibentuk rumah singgah. Rumah singgah adalah tempat menampung kaum miskin, baik yang cacat maupun yang tidak. Orang miskin layak mendapatkan makanan yang pantas dan tempat tidur yang pantas, tentu saja namanya rumah singgah/penampungan tentu tidak sama dengan rumah biasa. Namun, kebutuhan dasar asasi mereka sebagaimana layaknya manusia normal harus tetap didapatkan. Mereka berhak memiliki kamar yang walaupun sederhana dan kecil untuk privasi, sementara fasilitas lain seperti dapur, MCK tidak masalah bersama-sama.

Bagaimanapun, setelah kebutuhan dasar terpenuhi manusia akan kembali harga dirinya. Manusi normal akan berusaha hidup normal. Dan untuk itu mereka akan mencari pekerjaan yang layak sesuai bakat dan kemampuannya. Pemerintah dapat memberikan pelatihan agar mereka mendapatkan skill sesuai bakat dan minatnya. Skill-skill tersebut adalah skill yang dapat menunjang mereka untuk bergerak di profesi tertentu yang utamanya dapat dijual untuk masyarakat kelas bawah, tetapi ada harapan untuk meningkat.

Rumah singgah sebagai barak penampungan
Rumah singgah yang dibangun tersebut pada saat-saat tertentu juga akan dapat dipergunakan untuk menampung para pengungsi. Jika para fakir miskin diharapkan dapat keluar setelah memiliki skill yang memadai, para pengungsi dengan sendirinya akan keluar kalau dari asal mereka sudah normal kembali.

Kreativitas Inisial Pasangan Capres

Bangsa Indonesia memang kreatif. Dalam urusan pembuatan inisial pasangan capres cawapres kreativitas tersebut terlihat nyata. Jusuf Kalla dan Wiranto menginisialkan diri dengan JK-Win, mengingatkan orang pada Honda Win. Megawati dan Prabowo menginisialkan diri dengan Mega-pro, salah satu merek honda juga.

Jusuf Kalla dan Golkar

Acara Presiden Pilihan yang ditaja TV One bekerja sama dengan KADIN terbilang sukses. Dua pembicara yang tampil, berhasil memukau pemirsa. Teristimewa bagi JK. JK yang semula kurang optimal mempromosikan dirinya, sekarang mendapat kesempatan. JK yang mungkin selama ini masih ragu-ragu berhadapan dengan SBY, karena takut akan menjadi bumerang seandainya bekerja sama kembali dengan SBY, dapat menyampaikan segala yang menjadi kemengkalan hatinya, karena sekarang tidak ada lagi beban baginya, karena toh, sudah pasti ia berhadapan dengan SBY.